IDENTITAS

Dilahirkan di Kota Kuningan – Jawa barat, di hari Jumat wage (menurut penanggalan Jawa) Bulan Februari tahun 1985 pukul 09.42 WIB. Putri kandung dari pasangan Bapak dan Ibu yang berbahagia. Begitulah kira-kira yang tertulis di selembar kertas berjudul Akta Lahir.

Dini Lestari adalah nama yang diberikan oleh Kakek dan Kakek buyut, meskipun awalnya Mamah dan Bapak lebih menyukai nama Distri Astari untukku. Menurut Kakek, karena aku lahir pada waktu Dhuha saat orang-orang sibuk memulai pekerjaan, harapannya Dini mejadi pengingat untuk kedamaian hati dan pikiran, dalam kesibukan pekerjaan sertakan Tuhan didalamnya. Dan Solat Dhuha adalah sebaik-baiknya waktu menyapa Tuhan saat dalam keadaan sibuk sekali pun. Karena Dini diambil dari kata Dien yang berarti Agama (a = tidak ; dan gama = kacau) jadi Dini adalah Damai.

Lalu Lestari adalah keindahan yang lebih indah daripada indah. Sejatinya Agama Allah SWT, kejayaan Islam adalah puncak keindahan. Disini ada Do’a yang menyentuh Ilmu TauhidNya. Semoga.

Nama ini adalah Do’a yang akan menemani perjalanan hidupku.
Dan Semoga setiap orang yang memanggil namaku, ”Dini Lestari” mengamini Do’a yang menyertainya.

Aamiin. Aamiin. Aamiin.


Bertumbuh dan berkembang dalam sebuah keluarga sederhana, dari seorang Ibu yang dengan senyumnya aku memiliki banyak utang karena tidak akan mampu membalas cintanya. Dan seorang Bapak, yang karenanya sekarang aku sudah mampu berdiri bahkan berlari. Do’a mereka selalu berdenyut dalam nadiku.

Diyan Maulana Malik. Nama itu mengikatkan benang merah pada jalan hidupku. Aku membutuhkan waktu 2 tahun 5 bulan untuk meyakinkan hati, bahwa aku akan berdiri dibelakangnya, mengikuti setiap gerakannya, mengamini ucapannya dan menepuk pundaknya saat dia lupa. Dan hari sakral itu terjadi pada Sabtu, 7 April 2012. Saat ArsyNya terguncang, alam menjadi saksi Ijab Qabulnya dengan Bapak atas hidupku, dan peluk hangatnya untuk Mamah atas jalan Surga ku.
Khidmat.
Dengannya lah sempurna sebagian Agamaku.
Rusukku berada pada tempatnya. Disampingnya, dalam dekapannya.

Aku adalah anak ketiga dari empat bersaudara, seharusnya. Sejak Tuhan memanggil kakak pertamaku Ulun Panji Dila untuk lebih dulu pulang, aku adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Tresna Widiani adalah kakakku yang paling cantik, meski banyak yang mengatakan “jutek”, aku jamin setelah berhasil membuatnya tersenyum siapa pun akan tersihir dan tergoda. Dan Lanjar Nugraha dia pun adik paling ganteng yang aku punya. Orang bilang Lanjar adalah Dini versi laki-laki, entah mereka lihat dari sudut yang mana. Kecintaannya pada Seni dan Sastra membuatku sangat bangga. Setidaknya, ketika aku tidak mendapatkan gelar seniman, karena tidak ada karya yang dipublikasikan sebagai bentuk seni, aku masih bisa mendorong dan menyemangati Adikku menjadi seorang Seniman.

Mereka adalah alasan kenapa aku berani bermimpi, karena mereeka menjadi inspirasi dan semangatku untuk mewujudkan impian-impian.

4 thoughts on “IDENTITAS

    1. salam kenal juga mba vita.. tadi saya maen ke blognya Mba Vit nih, tapi ga ada kolom komennya, saya jd ga bisa komen. Ini blog bolom saya apdet pluginnya, gaptek juga hehehe. Banyak banget settingannya yg udah kadaluarsa hehehe.. makasih ya Mba ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published.