Tanaya Anargya

20131012123922“Kelahiran”

Aku masih ingat hari itu adalah 30 Juli 2012, sekitar 1 tahun 3 bulan yang lalu..ketika tiba-tiba angin dari surga bertiup menyelimutiku dengan kehangatan, tak terbendung rasanya perasaan hatiku saat itu…aku mendengar dari jauh sayup-sayup nama Tuhan dikumandangkan, lantunan doa indah, tangis dan haru, debar jantung mereka yang menusuk jantungku hingga ke punggung, aliran hangat darah yang mengalir begitu kencang seolah mengisyaratkan bahwa aku dan dia adalah satu..

Dan Tuhan pun menggenggam tanganku dengan cinta-Nya..Dia berkata dengan penuh semangat “bersiaplah..malaikatmu sudah menunggu..lihat pintu itu..dan lihat pelangi itu..” Tuhan menunjukan sebuah jalan yang sangat indah dan berwarna-warni, kemudian Tuhan melanjutkan “berjalanlan melalui pintu itu, dan Aku tidak akan pernah melepas genggaman-Ku..menangislah dengan kencang tanda cinta untuk malaikatmu, tanda bahwa kau selalu bersyukur dan mengingat-Ku..”

Aku melangkah..dan saat itulah aku melihat wajah seorang wanita sedang berjuang mempertaruhkan hidupnya…tapi dia tetap kuat…ada kerinduan dalam setiap rintihannya, ada cinta yang tak terperi dalam setiap doa dan harapnya..aku merasa dia memanggilku..

Aku melangkah lagi…disamping wanita tadi aku lihat pula seorang lelaki, wajahnya begitu penuh dengan kekhawatiran…menggenggam tangan wanitanya..berdoa untuk keselamatan orang-orang yang dia cintai.

Aku menoleh ke belakang, melihat Tuhan tersenyum “mereka adalah malaikatmu, yang akan menjagamu di dunia..mama dan papamu..”
aku melangkah lagi…satu dua dan tiga langkah…mamaku menjerit kesakitan…papaku mengencangkan genggamannya dan nama Tuhan tak henti disebutnya..aku menoleh lagi pada-Nya “dia merintih Tuhan..mamaku kesakitan” aku tak tega melihatnya..memilih untuk memejamkan mata..dan Tuhan mengelus kepalaku “demi kamu, demi untuk memelukmu..demi melihat senyummu..demi keselamatanmu, teruslah berjalan”

Demi aku??? Begitu berartinya kah aku buat mama papa? Sampai mama rela sakit demi aku???
“Tuhan…tidak kah kau kurangi rasa sakit mamaku, dan membuat papaku lebih tenang…aku akan segera berlari dan memeluk mereka…”

***
Aku menangis memberi tanda pada Tuhan bahwa aku sudah selamat bertemu mama dan papaku..aku melihat tangis haru mama memandang bola mataku, memperhatikan setiap anggota tubuhku tercipta sempurna, meyakinkan dirinya bahwa aku baik-baik saja, sampai akhirnya aku terlelap tidur setelah sayup keagungan Tuhan dibisikkan ditelinga kanan dan kiriku oleh Papa…

“Tanaya…” aku berusaha membuka mataku, ketika suara lembut itu membangunkanku…yaaa itu mama!!! Betapa girangnya aku mendengar suara mama..aku hampir saja melonjak dari pelukannya saking girangnya..

Tanaya? Siapa Tanaya?

Dia memelukku..aku segera memanggilnya “mama” apakah kau baik2 saja? aku sangat khawatir beberapa jam yang lalu kau begitu kesakitan..meskipun yang keluar dari mulutku hanya tangisan, tapi kata Tuhan mama selalu mengerti bahasaku, hanya dengan tersenyum dan melihat mataku mama bisa memahami setiap ekspresiku..dan benar saja..dia tersenyum, mengecup keningku..matanya sangat teduh dan penuh cinta..mama tersenyum padaku, Kau benar Tuhan dia Malaikat dan aku merasa tenang dalam pelukannya.
aku lega..mama baik-baik saja.

“Tanaya Anargya…kamu adalah putri yang mulia dan tak terhingga nilainya buat kami”

Tanaya Anargya, dia berkali-kali memanggilku dengan sebutan itu…itukah nama yang diberikan untukku? Anak yang mulia dan sangat berharga

“semoga hidupmu mendapatkan kemuliaan dan memuliakan orang-orang disekitarmu, kau adalah harta tak ternilai dalam hidup mama dan papa, jadilah kebanggaan selalu untuk kami dan orang-orang disekitarmu”

Aamiin.. Aamiinn.. Aamiin.. Yaa Rabbal ‘Alamiin
Ya! namaku Tanaya…Tanaya Anargya..doa yang sangat indah, yang akan mengiringi perjalanan hidupku, aku pun meminta pada Tuhan agar setiap orang yang memanggil namaku “Tanaya Anargya” mengamini doa mama dan papaku..kemuliaan dan kebanggaan untuk semuanya.