Sales Happy Happy

IMG_4305

Blebeph blebeph blebeph. Nafasku terasa sesak, aliran air mulai memasuki rongga dada dan sepertinya arus air yang deras tidak dapat saya lawan. Pasrah.

“Dinceeee… pliisss deeeh nggak usah lebay”
“Dia pasti lagi mikirin nilai pertanggungan asuransi, berapa kira-kira warisan yang bisa dia bagikan. Mmmmhh so sweet”

Samar terdengar panggilan sayang teman-teman memanggil nama saya, Dince. Kemudian disusul tawa terbahak. Ya! Sekarang badan saya mengapung di atas permukaan air yang tenang, setelah terjun beberapa meter di atas arus air yang kemudian menyeret-nyeret dan membentur-benturkan badan. ”Thanks God gue nggak jadi mati sekarang”. Saya menggerak-gerakkan kaki berusaha mencari pijakan, dan “tidaaakkkk” Area Body Rafting Green Canyon atau Cukang Taneuh Pangandaran memiliki kedalaman 7 meter dan itu membuat saya panik. Ouuugggh.

Atas bujuk rayu teman-teman atau lebih tepatnya aksi memaksa, saya yang sejak usia 5 tahun menderita phobia air (nggak termasuk mandi, ujan-ujanan, berendem air anget sama body spa yaaa) nekat terjun ikut Body Rafting. Damn. Itu acara piknik kami anak-anak sales pada Maret 2014, salah satu agenda Sales Happy Happy yang dilaksanakan setiap 1 tahun sekali dalam rangka membenarkan kembali letak otak kami yang suka geser-geser setiap harinya.

Kami adalah Customer Relationship Manager, Customer Relationship Officer, Penyelia Penjualan, Institutional Banking Officer, Personal Banking Officer dan Account Officer Farmer. Kami tergabung dalam satu unit yang disebut Unit Penjualan di PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang Cirebon. Tapi kami lebih bangga dipanggil “Sales”, karena inti dari Job Desc kami adalah : JUALAN. Kalau dijabarkan memang panjang mulai dari memetakan area bisnis, membuat strategy penjualan, melakukan proses penjualan (di tahap ini butuh mental kuat yang dibumbui senyum paling manis), menjadi penasihat keuangan, membina hubungan baik dengan nasabah setelah purna jual, mengetahui macam-macam kuliner dan jadwal Movie di XX1 (eh… buka aib).

Dan karena hanya sales satu-satunya profesi yang di sekolah planet mana pun tidak ada mata pelajarannya. Kami para sales melatih diri, membiasakan diri menegar-negarkan hati dan membuat seribu wajah (sampai mengalahkan bunglon) melakukan proses penjualan dari mulai pedekate sama calon nasabah sampai jadi pendengar setia curahan hati nasabah. Ini nih, kalau nasabah sudah bisa curhat apalagi masalah pribadinya, bisa dipastikan 90% nasabah ini sudah nyaman banget sama salesnya terhadap service penawaran dan solusi keuangan produk jasa BNI. Dan, catet ya : kami nggak pundungan kalau ditolak calon nasabah, ntar dikirain kurang piknik. Itulah yang membuat kami para sales percaya diri bahwa kami adalah menantu dan calon menantu yang diidamkan para mertua, bisa bikin nyaman sih hehehe.

Kami adalah orang-orang yang mencari-cari “masalah” eh maksud saya orang-orang yang menciptakan pekerjaan dan bukan pegawai yang mengerjakan pekerjaan rutin yang sudah ditakdirkan perusahaan. Yang ini saya Aamiiin-kan pake banget. Kata orang : “orang yang kuat adalah orang yang terbiasa dengan masalah, karena mereka pun terbiasa mengatasi masalah”. Dan siapa tahu ada malaikat lewat ikut mengucapkan Aamiiin dan saya benar-benar bisa menciptakan pekerjaan dalam arti menjadi pengusaha yang membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. Hanya sales yang punya pekerjaan wara-wiri kesana kemari, menemui banyak orang mulai dari kalangan bawah sampai kalangan atas, anak kecil sampai orang tua bahkan bisa keliling dunia. Kami para sales memiliki hubungan yang luas dengan berbagai aspek kehidupan termasuk berbagai karakter manusia. Terlalu hiperbol memang, nggak apa-apa lah yah, nyeneng-nyenengin diri sendiri. Yang penting Happy.

Menjadi sales itu menyenangkan, setidaknya kami memilih untuk selalu senang dan bahagia. Seperti kami, Sales Happy Happy. Dari semua tugas yang harus kami kerjakan yang membuat bentangan dahi kami mengkerut, mulut berbusa, jantung deg deg plas dan urat sendi tegang-tegang, kami punya seabreg agenda wajib yang tidak pernah terjamah oleh Big Boss (Pemimpin Cabang). Sebenarnya tidak apa-apa juga sih kalau Big Boss mau ikut Happy Happy seperti misalnya di acara Public Speaking its mean Karaoke, asal mau ikut dangdutan, goyang bareng dan nggak pake ngomongin target. Deal Big Boss kami ajak. Agenda ini wajib bagi anggota sales yang baru gabung di Unit Penjualan, semacam ospek. Anak sales tidak boleh malu-malu apalagi malu-maluin, dan tolok ukurnya dilihat dari keberanian Public Speaking (Karaoke maksudnya). “Ospek yang menyenangkan bukan?”

Menjadi sales itu menyenangkan. Seperti kami, Sales Happy Happy. Kami selalu dipercaya manajemen sebagai titisan Dewi Durga, yang dalam cerita pewayangan memiliki seribu tangan. Betapa tidak, coba bayangkan kalau manajemen memiliki beberapa hajat dalam waktu yang bersamaan baik dari Kantor Pusat atau Kantor Wilayah, maka tanpa BA BI BU sudah pasti kami Sales Happy Happy yang menjadi Event Organizernya (bahasa keren panitia). Target harian tetep jalan loh, dan haram hukumnya mencari kambing hitam kalau sampai target tidak tercapai. Kalau tidak tercapai ngaku salah saja, pakai jurus pamungkas pasang tatapan Puppy Eyes ala-ala kucing di film Shreek sambil senyum tiga jari dan minta nasihat Big Boss. Bisa dipastikan Big Boss senang, karena pendapatnya akan didengar “ada kendala apa? Come to Papa” itu waktunya kami curhat.

Menjadi sales itu menyenangkan. Seperti kami, Sales Happy happy. Bahwa selain kami adalah Sales, Big Boss selalu percaya bahwa kami punya indera ke enam sebagai ahli cenayang untuk memprediksi apa yang akan terjadi di kemudian hari. Setiap awal tahun, di Bulan Januari sales harus mempersiapkan pipeline untuk satu tahun ke depan. Wow. Siapa saja yang menjadi prospek kami, perkiraan Cash in dan Cash out, agenda penjualan, strategy penjualan dan rencana cuti kami. “Emaaakkk save me…” hikmahnya kami jadi banyak pengalaman membuat karangan cerita loh.

Jadi sales itu menyenangkan. Seperti kami, Sales Happy Happy. Kami menjadi lebih religius. Percaya atau tidak sales tidak punya jam kerja, Hand Phone harus selalu On dan dapat dihubungi kapan saja.

“Kriiing kriiing” handphone saya berbunyi
“Ya Tanteee, malem eh pagii..”
“Din, tolong nanti sebelum ke kantor mampir dulu ya ke Tante, bingung nih billing tagihan listrik Tante yang rumah di Harjamukti sudah ke debet tapi kok listriknya dimatikan yah?” Tante Meylan salah satu nasabah kami, yang menggunakan Fasilitas Auto Debet untuk pembayaran tagihan listriknya melalui Tabungan BNI Taplus Bisnis.
“Tante ini hari Minggu loh, dan masih jam 3 pagi.. hehehe”
“Mumpung Tante inget, Din. Daripada nanti Tante lupa lagi, padahal udah mau telepon Dini dari hari Jumat”
“Okey Tante..”
“Makasih loh, sorry ganggu soalnya kalau bukan ke Dini ke siapa lagi, ke yang lain nggak enak. Kalau Dini kan udah tante anggap anak sendiri.” Sweet Mommy kiss kiss basyaaah.

Tipe nasabah seperti Tante Meylan ini lah yang membuat kami belajar bersyukur, bahwa kami punya pekerjaan dan pekerjaan kami sangat berarti untuk orang lain. Dan yang tipe seperti ini jumlahnya BANYAK. Maka nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan?

Menjadi sales itu menyenangkan. Seperti kami, Sales Happy Happy. Kami adalah orang-orang yang bahagia terlihat dari berat badan yang semakin hari grafiknya selalu naik. Kami selalu saling mendukung satu sama lain, apalagi kalau sudah urusan berat badan. Gym adalah salah satu agenda Resolusi kami dari tahun ke tahun. Jika awal tahun 2016 kami memiliki Resolusi untuk membuat berat badan proporsional, maka di awal tahun 2017 Resolusi kami adalah menyempurnakan Resolusi 2016, begitu pun di tahun-tahun sebelumnya. Sudah bisa ditebak, kami kumpulan emak-emak dan bapak-bapak yang doyan ngunyah mempunyai cita-cita mulia : kalau kaum emak ingin menurunkan berat badan, sudah pasti yang bapak-bapak ingin mengempeskan perut buncitnya. Hasilnya kami tetap Happy meski berat badan selalu menunjukan peningkatan, pun tidak ada perubahan pada perut buncit Bapak-bapak.

Dan tentu saja, menjadi sales itu menyenangkan. Seperti kami, Sales Happy Happy. Kami memiliki keluarga masing-masing yang Sakinah Mawaddah dan Warahmah, Aamiiin. Setelah semua waktu, tenaga dan pikiran 80% dihabiskan dikantor setiap harinya. Kami sudah tidak punya kekuatan lagi untuk membuat ketegangan dan tekanan dalam rumah. Sebisa mungkin menciptakan waktu yang berkualitas dengan keluarga tercinta, karena kami menyadari kuantitas waktu kami dengan keluarga tidak banyak. Jadi kebersamaan dengan keluarga kami isi dengan yang happy happy saja.

Dari beberapa hal yang saya ceritakan tentang kegiatan komunitas atau group atau club atau team atau apa pun lah yah yang pasti namanya teuteup “Sales Happy Happy”, sebenarnya hanya satu yang ingin saya sampaikan. : kalau boleh saya katakan, setiap manusia adalah sales. Setiap manusia adalah penjual, termasuk “menjual dirinya” sendiri. Setiap hari manusia menjual sesuatu dari dirinya. Dan menjual tidak selalu berarti harus dibeli. Sederhananya, jika kita ingin diterima di lingkungan dengan baik, kita harus punya nilai jual dari sopan santun kita terhadap sesama. Jika kita ingin dihormati orang, kita harus punya nilai jual dari diri kita yang pantas untuk dijunjung dan dicontoh. Jadi pandai-pandai lah menjual diri.

Jangan lupa bahagia yah gaeeess…

#1minggu1cerita

2 thoughts on “Sales Happy Happy

Comments are closed.