Penghabisan 28 bersama Dhuha

31 Januari 2014

Malamku penuh mimpi
Pertemuan tak terjamah
Sinar di ujung sana, menemaniku.

—-
Aku sangat paham, tidak mudah menjadi mereka. Ada rasa tidak cukup saat mengukir lengkung disenyumku. Meyakinkan bahwa doa-doa masih berdenyut dinadiku.

Aku bercermin menatap setiap inchi wajah ini, ada senyum yang selalu kurindukan meski tak sehangat miliknya dan sorot mata yang tak letih berharap, mengajariku memandang hidup ini dengan kekuatan. Diri ini dan mereka adalah satu, bukan kah aku mereka juga?

Aku sangat paham, tidak mudah menjadi mereka. Itu sebabnya aku selalu suka dengan caraMU membimbing jalan kehidupan yang Kau hadiahkan. Meski menjadi diriku pun tidak mudah. Mengejar mimpi dengan petunjukMu yang belum mampu aku cerna. Ajari aku Tuhan, menerima diri ini dengan segala kehendakMu.

“Aku ingin seperti mereka, melihatku seperti sedang bercermin.”

—tanpa rasa malu aku meminta, setelah Kau kutinggalkan disepertiga malam tadi, karena ini Dhuha terakhirku bersama 28.