Ketika Nia Diam

“Jangan terlalu berkeras hati, pulang lah, ia sudah menyesal” aku berusaha mengalihkan perhatian Nia dari komputer sore itu, tak acuh.
Sudah sebelas hari Nia pergi dari rumah dan mengontrak kamar di sebelah kamar kost ku. Berkali-kali Ardi suaminya menelepon menanyakan keberadaan Nia.

Sahabatku yang satu ini kalau sudah ngambek sulit dibujuk. Tapi baru kali ini ia diam, tidak meledak-ledak seperti biasa. Pergi dari rumah tanpa memberi kabar pada keluarga apalagi suaminya. Pertengkaran mereka sepele, hanya karena Nia tak sengaja membaca sms Ardi dengan temannya sedang membicarakan mantan pacar. Mantan pacar yang dipuja keluarga Ardi.

Aku tau betul apa yang ada dipikiran Nia. Ardi tidak berprinsip, isi sms itu seperti cacat yang tak termaafkan bagi Nia.

Aku harus memberi tahu keberadaan Nia. Nia harus pulang.